Cara Menghilangkan Bau Badan Secara Alami, Ini yang Beneran Aku Coba

Beranda » Bodycare » Cara Menghilangkan Bau Badan Secara Alami

Cara Menghilangkan Bau Badan Secara Alami, Ini yang Beneran Aku Coba
TL;DR:
  • Bau badan bukan disebabkan keringat itu sendiri, tapi karena bakteri di kulit yang bereaksi dengan keringat dari kelenjar apokrin.
  • Menurut Cleveland Clinic, mandi rutin dengan sabun antibakteri, mencukur bulu ketiak, dan memakai antiperspirant yang lebih kuat adalah cara efektif menurunkan bau badan.
  • Bahan alami seperti baking soda atau tea tree oil bisa membantu, tapi harus hati-hati karena berisiko mengganggu pH kulit kalau dipakai berlebihan.

Ini kelanjutan dari artikel pillar aku soal Body Care Routine-ku, dan kali ini aku mau bahas tuntas satu masalah yang sempat bikin aku parno banget: bau badan. Jujur, dulu aku sempat overthinking tiap kali harus dekat-dekat sama orang di ruangan tertutup atau naik transportasi umum yang penuh, takut badan aku bau. Padahal setelah aku pelajari lebih dalam, ternyata banyak hal yang aku lakukan waktu itu justru kurang tepat — kayak cuma mengandalkan parfum tanpa benerin akar masalahnya.

Mirip waktu aku pertama kali cerita soal awal mula Glow by Nay, banyak hal soal tubuh sendiri yang baru aku pahami setelah ngalamin dan riset langsung. Di artikel ini aku rangkum cara-cara alami yang beneran aku coba, plus penjelasan ilmiahnya biar kamu paham kenapa itu bisa bekerja.

Kenapa Bau Badan Muncul? Bakteri vs Keringat

Menurut Cleveland Clinic, keringat sebenarnya tidak berbau. Bau badan muncul ketika keringat bercampur dengan bakteri yang ada di permukaan kulit. Tubuh kita punya dua jenis kelenjar keringat: kelenjar ekrin yang tersebar di hampir seluruh tubuh dan berfungsi mendinginkan suhu tanpa menimbulkan bau, serta kelenjar apokrin yang terkonsentrasi di area seperti ketiak dan lebih berperan menghasilkan bau badan karena cairannya jadi "makanan" bakteri.

Ini kenapa banyak orang yang keringatnya banyak tapi nggak bau, sementara ada juga yang keringatnya sedikit tapi baunya cukup kuat — semuanya tergantung jenis dan jumlah bakteri di kulit, bukan cuma soal banyaknya keringat.

Faktor yang Bisa Memperparah Bau Badan

Beberapa hal yang bisa bikin bau badan makin terasa:

  • Makanan tertentu — menurut Cleveland Clinic, makanan seperti bawang putih, rempah kuat seperti kari, dan alkohol bisa memengaruhi bau badan lewat senyawa yang dikeluarkan tubuh melalui keringat.
  • Bulu ketiak yang lebat — bulu jadi tempat bakteri berkembang biak lebih lama karena menahan kelembapan.
  • Stress — kelenjar apokrin lebih aktif saat stress, sehingga produksi keringat yang jadi "makanan" bakteri juga meningkat.
  • Pakaian yang tidak menyerap keringat — bahan sintetis cenderung menjebak kelembapan dan bakteri lebih lama dibanding bahan alami seperti katun.

Cara Menghilangkan Bau Badan Secara Alami yang Aku Coba

1. Mandi Rutin dengan Sabun Antibakteri

Cleveland Clinic merekomendasikan mandi dengan sabun antibakteri sebagai langkah dasar mengurangi bakteri penyebab bau di kulit. Ini jadi fondasi yang aku terapkan dulu sebelum coba bahan lain — percuma pakai bahan "ajaib" kalau kebersihan dasarnya belum benar.

2. Mencukur Bulu Ketiak

Sesuai penjelasan yang sama dari Cleveland Clinic, mencukur bulu ketiak membantu mengurangi area tempat bakteri berkembang biak, karena kelembapan lebih cepat menguap di kulit yang bersih dari bulu.

3. Pilih Pakaian Berbahan Alami

Aku ganti kebiasaan pakai baju berbahan sintetis ke katun atau linen, terutama untuk aktivitas yang bikin banyak keringat. Bahan alami membantu sirkulasi udara lebih baik sehingga kelembapan tidak terjebak lama di kulit.

4. Sesuaikan Pola Makan

Aku mulai kurangi konsumsi bawang putih mentah, makanan berbumbu sangat kuat, dan alkohol saat lagi ada acara penting. Efeknya nggak instan, tapi terasa bedanya dalam beberapa minggu.

5. Coba Bahan Alami sebagai Pendukung

Beberapa bahan alami yang punya sifat antibakteri seperti tea tree oil (dicampur dengan carrier oil seperti coconut oil) bisa membantu menekan pertumbuhan bakteri penyebab bau. Aku pakai ini sebagai tambahan setelah mandi bersih, bukan pengganti sabun atau deodorant.

Hal yang Perlu Diwaspadai dari Bahan Alami

Ini bagian yang menurutku penting banget buat digarisbawahi. Baking soda memang sering direkomendasikan sebagai deodorant alami, tapi menurut Healthline, baking soda punya tingkat keasaman (pH) yang jauh lebih tinggi dari kulit kita, dan penggunaan berulang bisa mengganggu keseimbangan pH alami kulit — efeknya bisa berupa kulit kering, gatal, kemerahan, sampai iritasi, terutama untuk kulit sensitif.

Sama halnya dengan essential oil seperti tea tree oil, sebaiknya selalu di-patch test dulu di area kecil sebelum dipakai rutin, karena bisa menyebabkan iritasi pada sebagian orang meskipun sifatnya "alami". Kalau kulit ketiak kamu termasuk area yang sensitif dan gampang gelap karena iritasi, ini juga nyambung sama pembahasan aku soal [LINK CLUSTER: Ketiak Item Nggak Cuma Soal Kebersihan — Ini Cara Aku Atasi].

Kapan Harus ke Dokter?

Kalau bau badan tiba-tiba berubah drastis, sangat menyengat meski sudah menjaga kebersihan dengan baik, atau disertai gejala lain seperti keringat berlebih yang tidak wajar, ada baiknya konsultasi ke dokter. Menurut Cleveland Clinic, perubahan bau badan yang signifikan kadang bisa dikaitkan dengan kondisi seperti diabetes atau gangguan metabolisme tertentu yang perlu penanganan medis, bukan sekadar perawatan topikal.

FAQ Seputar Bau Badan

Apakah bau badan bisa hilang total secara alami?

Bisa berkurang signifikan dengan kombinasi kebersihan yang konsisten, pemilihan pakaian yang tepat, dan penyesuaian pola makan. Tapi kalau penyebabnya faktor genetik atau medis tertentu, mungkin butuh penanganan tambahan dari dokter.

Apakah deodorant alami sama efektifnya dengan antiperspirant biasa?

Beda cara kerja. Deodorant alami umumnya fokus melawan bakteri dan menetralkan bau, sementara antiperspirant bekerja mengurangi produksi keringat itu sendiri. Efektivitasnya tergantung kebutuhan masing-masing orang.

Apakah makanan benar-benar memengaruhi bau badan?

Ya. Menurut Cleveland Clinic, makanan seperti bawang putih, rempah kuat, dan alkohol bisa memengaruhi bau badan lewat senyawa yang dikeluarkan melalui keringat.

Apakah baking soda aman dipakai setiap hari sebagai deodorant?

Tidak disarankan untuk pemakaian jangka panjang tanpa jeda, karena sifatnya yang cukup basa bisa mengganggu pH alami kulit dan menyebabkan iritasi, terutama pada kulit sensitif.


Referensi

Semua klaim medis di artikel ini merujuk pada sumber berikut:

  1. Cleveland Clinic — Body Odor: Causes, Changes, Underlying Diseases & Treatment
  2. Cleveland Clinic — How 7 Different Foods Affect Your Body Odor
  3. Healthline — Baking Soda Deodorant: Is It Effective Against Underarm Odor?

Artikel ini bagian dari seri Body Care di Glow by Nay. Kalau kamu belum baca overview lengkapnya, mampir dulu ke Body Care Routine-ku: Dari Ketiak Item, Bau Badan, sampai Kulit Badan Kusam. Selanjutnya aku juga bahas bedanya deodorant dan antiperspirant biar kamu nggak salah pilih. [LINK CLUSTER: Deodorant vs Antiperspirant, Pilih yang Mana?]